Gratis Langganan Artikel

Dapatkan Update Artikel Tentang Jurus2 Bisnis Properti Terkini secara gratis
Nama Panggilan E-Mail Address:

Jumat, 07 Juni 2013

Yuk Ketahui Sumber Modal Bisnis Properti

Bisnis properti terutama bisnis developer memang bisnis padat modal. Juga padat karya. Namun modal bisa disiasati dengan tidak menggunakan modal sendiri. Nah bagaimana cara mencarinya?

Di sini saya mencoba tegaskan bahwa modal bukan masalah utama. Masalah utama adalah memastikan bahwa lahan yang akan Anda olah itu benar-benar marketable alias bisa dijual. Jangan sampai lahan yang Anda akan garap adalah lahan penghijauan. Tentunya anda tidak akan pernah bisa mendevelop lahan tersebut. Kalaupun bisa, bisa jadi modal yang digelontorkan menjadi bengkak.

Marketable ini bisa disurvey, namun pembahasan survey tentang lahan yang marketable akan saya bahas dalam artikel yang lain. Kesimpulannya, kesuksesan berbisnis developer properti dimulai sejak pemilihan lahannya. Berarti anda harus pandai melihat peluang.

Modal awal adalah dana yang disiapkan untuk beroperasinya proyek sampai dengan proyek mampu menghasilkan uang sendiri. Modal berjalan adalah dana yang diperoleh dari perputaran proyek untuk membiayai operasional proyek itu sendiri. Nah modal yang akan saya bahas di sini HANYALAH MODAL AWAL saja atau biasa disebut INVESTASI.

Modal Awal ini untuk apa saja? Berikut ini biaya-biaya yang musti dimodali di awal.

Pembelian lahan (berikut pajak-pajak dan penurunan hak apabila diperlukan)
Pengolahan lahan (seperti pengurugan atau cut and fill, termasuk di dalamnya pengukuran lahan)
Perijinan dan Sertifikasi (Lahan untuk perumahan harus memiliki perijinan dan proses sertifikasinya harus dibiayai di awal)
Konstruksi (membangun rumah contoh atau gerbang kawasan)
Operasional proyek (bisa 3-6 bulan sampai proyek benar-benar bisa menghasilkan)
Ada 2 kelompok Modal Awal

Modal Sendiri | Modal sendiri adalah modal yang dikeluarkan dari kantong Anda sendiri. Untuk membeli lahan, membangun konstruksi, membuat promosi dll sampai proyek mampu membiayai dirinya sendiri.
Modal Orang lain | Modal dari pihak ketiga.
Bila modal sendiri tentu tidak akan saya bahas di sini. Namun bagaimana mencari modal dari orang lain.

Pertama | Buatlah proposal dengan return on investment yang menarik. Pemodal atau investor biasanya melihat berapa yang bisa diperoleh dari modal yang disetorkan dan bagaimana tingkat keamanannya. Proyek layak digarap bila return on investment melebihi dari 20%. Kenapa? Bila tidak lebih dari 20%, lebih baik uang disimpan di emas bukan?

Kedua | Sosialisasikan proposal proyek Anda. Anda bisa mendekati orang-orang terdekat Anda terlebih dahulu. Misal orang tua, saudara, paman, pakde, kakek, nenek, om, tante, mertua, teman SD, teman SMP, teman SMA, teman kuliah. Coba buatlah daftar prospektus yang sekiranya mampu membiayai proyek Anda. Untuk memperluas jaringan, Anda bisa menawarkan di milist YukBisnisProperti yang memang khusus membahas tentang bisnis ini.

Apakah pemodal harus 1 orang? Jawabannya tidak harus. Bila modal yang dibutuhkan adalah 1 milyar. Anda bisa menawarkan paket investasi 100 juta. Sehingga Anda membutuhkan 10 orang saja. Bukankah lebih mudah mencari 100 daripada 1000 ??

Ketiga | Ikatlah dalam perjanjian investasi. Ada beberapa cara mengikatnya, pemodal dan Anda membuat PT bersama atau pemodal di luar PT, namun diikat dalam perjanjian notaris.

Mau tau lebih lengkap, silahkan buka ebook saya di http://TheProperty-Developer.com/

50.000 Inpirasi Desain Properti Berkwalitas Desain Properti
Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti

Rabu, 05 Juni 2013

Yuk Ketahui Cara Hitung RAB Pondasi Rumah

Artikel kali ini kita membahas RAB (rencana anggaran biaya). Siapapun yang akan membangun rumah atau bangunan lain pastinya harus membuat RAB supaya dapat terukur biaya-biaya yang akan keluar, dan tentunya anda sebagai konsumen bisa mengetahui perkiraan biaya untuk bangun rumahnya. Artikel mengenai RAB ini akan kami posting bertahap ya karena cukup panjang, semoga bemanfaat.


Pekerjaan Awal
1. Pengukuran
Teknik Sipil - Yang dimaksud dengan pengukuran adalah sebelum memulai pekerjaan, untuk menentukan posisi dari bangunan dilakukan pengukuran batas-batas, volume pengukuran adalah dihitung dg satuan lumpsum, missal diperkirakan dikerjakan 2 hari dengan 2 tukang, sehingga perhitungan sbb ,upah tukang Rp.50.000, maka biaya 50.000 x 2 x 2 = Rp. 200.000.
2. Bowplank
Digunakan untuk membantu menentukan As atau letak titik dari bangunan, dengan cara membuat pagar menggunakan papan 2/15 dipaku pada kayu ukuran 5/7 sebagai tiang, dibuat dengan jarak 1 meter dari as bangunan dipasang keliling bangunan.
Misal rumah ukuran 6 x 7 , maka volume bowplank adalah (6+1+1)+(7+1+1)=17 m.
Harga dan kebutuhan material dapat dilihat pada Analisa pekerjaan.
Pekerjaan Galian dan urugan
1. Galian
Adalah pekerjaan menggali yang berhubungan dengan pembuatan fondasi, dalam dan lebarnya fondasi ditentukan oleh type fondasi. Misal lebar bawah fondasi 70 cm, maka lebar dari galian adalah 70 cm ditambah kiri 10 cm kanan 10 cm menjadi 70 + 20 = 90 cm, sedangkan kedalaman galian juga ditentukan oleh keadaan tanah baik, tetapi kalau kondisi tanah biasa umumnya kedalaman galian 70 cm, maka volume galian adalah 0.9 m x 0.7 m x panjang fondasi = satuan m3, sedangkan untuk menentukan berapa jumlah tenaga atau upah dapat dilihat analisa pekerjaan galian.
2. Urugan
Adalah pekerjaan mengurug lantai bangunan, volume dihitung luas bangunan dikalikan tinggi urugan satuan m3, kebutuhan material urugan dan jumlah tenaga atau upah dapat dilihat pada analisa pekerjaan.
3. Mengurug kembali
Adalah mengurug bekas galian Fondasi, volume biasanya dihitung 1/3 dari volume galian, contoh volume galian 60 m3 maka urugan kembali adalah 60 m3/3 = 20 m3.
Pekerjaan Fondasi
1. Lantai Kerja
Adalah suatu item pekerjaan yang lokasinya dibawah fondasi (lihat fondasi Rumah), lantai kerja dapat berupa urugan pasir dengan tebal 10 cm, pasangan batu kali kosong, atau beton dengan campuran 1:3:5 tebal 5 s/d 10 cm. cara perhitungan adalah luas dikalikan tebal dengan satuan m3, kebutuhan material dan upah lihat analisa pekerjaan.
2. Pasangan Fondasi
Fondasi yang kami maksudkan disini adalah fondasi batu kali (stal) untuk bangunan rumah lantai 1, cara menghitung volume hitung semua panjang fondasi kemudian dikalikan tinggi fondasi, dan dikalikan (lebar atas+lebar bawah dibagi 2), satuan m3.
Contoh: panjang seluruh fondasi 50 meter, tinggi fondasi 0,7 meter, lebar atas fondasi 0.3 meter lebar bawah fondasi 0.7 meter, maka volumenya adalah 50 x 0,7 x ((0,3+0,7)/2) = 17,5 m3.
Pekerjaan Beton
1. Sloof
Yang dimaksud dengan sloof adalah struktur bangunan yang berada diatas fondasi untuk lebih jelas lihat sloof rumah lantai 1 dan 2.
Cara menghitung volume sebagai berikut : untuk volume beton panjang total sloof x lebar x tinggi = satuan m3.
Untuk perhitungan jumlah besi beton, pertama yang dicari adalah jumlah begel, dengan cara panjang total sloof dibagi jarak begel ditambah 1 = jumlah begel, jumlah begel dikalikan panjang satu begel = panjang total besi beton yang dibutuhkan.
Misal sloof 15/20, begel d 8 – 15, panjang total 25 meter, jumlah begel = (25/0.15)+1=167,6 bh = 168 bh, sedangkan panjang satu begel = ((15 -5)x 2)+((20-5) x 2)= 50 cm, maka total besi beton untuk begel adalah 0,5 x 168 = 84 meter, satu batang besi beton panjang standar adalah 12 m, 84/12= 7 batang. Untuk menghitung besi beton tulangan pokok yaitu dengan cara jumlah tulangan pokok dikalikan panjang total.
Sedangkan untuk perhitungan RAB besi beton tidak dihitung,yang ditampilkan adalah volume beton.
2. Kolom
Cara menghitung Volume adalah tentukan atau hitung jumlah kolom kemudian dikalikan tinggi kolom,sehingga mendapat total panjang kolom x lebar x tinggi = volume kolom satuan m3.
3. Ring balk.
Cara menghitung volume sama dengan perhitungan sloof dan kolom
Pekerjaan Dinding
1. Pasangan Bata.
Dinding pasangan bata ada 2 cara menghitung yaitu dengan cara perhitungan luas dan dengan cara perhitungan isi, untuk perhitungan isi jarang sekali digunakan, akan tetapi bila suatu saat dibutuhkan dengan cara perhitungan isi, caranya adalah luas x tebal, untuk tebal tergantung jenis pasangan bata, pasangan 1 bata atau ½ bata ,untuk ukuran 1 bata yaitu 30 cm sedangkan ukuran ½ bata 15 cm.
Cara menghitung luas pasangan bata adalah sebagai berikut, pertama hitung keliling dari dinding, kalikan dengan tinggi dinding, dan dikurang luas dari daun jendela,daun pintu,boven, satuan m2.
2. Plesteran
Volume plesteran adalah 2 x dari volume pasangan bata.
3. Acian
Sama dengan cara menghitung volume plesteran tetapi dikurangi, daerah yang tidak di aci seperti dinding keramik dll.
4. Sponengan atau tali air
Sponengan atau tali air adalah batas antara kusen dan plesteran, bila lebar kusen kurang dari lebar dinding (15 cm) maka batas antara kusen dan plesteran disebut sponengan, sedangakan bila lebar kusen sama dengan lebar dinding maka batas antara kusen dan plesteran disebut tali air.
Pekerjaan Kusen dan Pintu, Jendela
1. Pembuatan Kusen
Cara perhitungan kusen pada RAB ada 2 macan yaitu dengan satuan jadi, atau m3, untuk satuan m3 yaitu hitung semua panjang dari bahan pembuat kusen kemudian dikalikan dengan tebal dan lebar dari kayu, satuan m3.
Kebutuhan material dan upah dapat dilihat pada analisa pekerjaan.
2. Daun Pintu.
Daun pintu ada beberapa macam, missal daun pintu panil atau doble plywood, dalam perhitungan volume untuk RAB biasanya di hitung perunit.
3. Pasang Kusen Pintu dan Jendela
Volume pemasangan bermacam-macam, antara lain dg cara panjang keliling kusen, perlubang, atau perunit.
4. Pasang Daun Pintu dan Jendela
Volume pemasangan dihitung perunit, diluar pemasangan kunci tanam, hak angin, slot.

sumber : berbagai sumber

*masih bingung tentang RAB? yuk gunakan jasa arsitek kami, kami siap membantu (pin 286ECCF9/081311261003)

50.000 Inpirasi Desain Properti Berkwalitas Desain Properti
Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti

Selasa, 04 Juni 2013

Yuk Ketahui Kelebihan & Kekurangan Investasi Tanah

Investasi memang menjanjikan keuntungan, namun investor juga harus jeli melihat kelebihan dan kekurangan investasi miliknya. Sebelum membeli, pastikan legalitas kavling tersebut free, clean, dan clear.
Free artinya bebas sengketa, dimana nama pemilik sesuai dengan yang tertera di sertifikat tanah. Clean, artinya tanah tersebut tidak sedang digunakan untuk kegiatan ekonomi lain atau ditempati oleh orang lain yang tidak berhak. Sementara clear artinya ukuran tanah tersebut tepat, seperti yang tertera di sertifikat, serta cocok batas-batasnya.

Keuntungan
Pertama, dari sisi biaya, perawatan tanah kosong tergolong kecil. Sebidang tanah memang tidak memerlukan pemeliharaan yang sulit. Berbeda dengan properti berupa bangunan, seperti rumah, ruko, kantor, atau kios.

Kedua, capital gain bisa diperoleh dalam jangka panjang (lebih dari lima tahun). Apa bila Anda ingin menjualnya setelah lima tahun, maka umumnya nilainya sudah meningkat dua kali lipat.

Properti yang memiliki return dan capital gain yang tinggi sebaiknya jangan dijual dalam waktu singkat. Jika ini Anda lakukan, maka sama saja Anda menyembelih angsa yang bertelur emas. Sebaliknya tunggu dulu hingga harganya naik signifikan. Biasanya, kenaikan nilai properti akan sangat terasa  setelah lima tahun.

Ketiga, nilai tambah (added value) bisa diperoleh ketika lahan tersebut dikembangkan. Belakangan banyak ditemukan pengembangan perumahan dalam skala kecil yang dikemas dalam bentuk cluster. Jika lahan tergolong strategis, bisa juga kavling tersebut dijadikan ruko.

Kekurangan
Lahan kosong umumnya tidak dapat menghasilkan income, berbeda dengan investasi rumah atau ruko yang dapat disewakan. Namun, jika lahan tersebut berada di lokasi yang sangat strategis, seperti di hoek atau di tepi jalan raya, lahan bisa disewakan sebagai lokasi kafe atau warung tenda. Kavling berukuran luas juga dapat dijadikan sebagai lahan parkir, pool taksi, dan lain-lain.


sumber : rumah.com

50.000 Inpirasi Desain Properti Berkwalitas Desain Properti
Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti

Senin, 03 Juni 2013

Yuk Ketahui Kelebihan & Kekurangan Investasi Toko & Kios

Tingginya konsumerisme masyarakat Indonesia tentu membuat investasi kios dan toko sangat menggiurkan. Namun Anda jangan asal membeli. Perhatikan terlebih dahulu keunggulan dan kelemahannya. Dalam buku “Menjadi Kaya Melalui Properti”, Panangian Simanungkalit menjabarkannya untuk Anda:

Keunggulan Pertama, demand terhadap kios atau toko sangat tinggi, terutama di retail trade area atau kawasan perdagangan. Kawasan perdagangan merupakan surga bagi investasi kios atau toko, karena kawasan ini umumnya ramai dengan para pelaku bisnis, baik penjual maupun pembeli. Sebut saja kawasan Tanah Abang atau Mangga Dua. Kedua lokasi ini tetap menjadi pilihan utama bagi para investor kios dan toko, karena setiap hari dikunjungi oleh ratusan ribu orang dengan berbagai kepentingan bisnis.

Kedua, jangka waktu sewa menengah (2-3 tahun). Umumnya, jika seorang penyewa kios atau toko sudah merasa nyaman dan suka berjualan di sebuah lokasi, dia akan terus memperpanjang sewa atau bahkan membeli kios tersebut dari pemiliknya.

Ketiga, capital gain diperoleh dalam jangka panjang (lebih dari lima tahun). Makin ramai dan makin banyak perdagangan dan transaksi yang terjadi di sebuah lokasi kios dan toko, maka capital gain kios dan toko juga akan makin tinggi. Keuntungan dari capital gain makin besar dan signifikan jika kios atau toko dijual setelah lebih dari lima tahun. Pasalnya, kawasan perdagangan tempat toko tersebut berada telah menjadi matang (mature), dengan jumlah pelanggan tetap yang banyak pula.

Kelemahan
Pertama, memilih lokasi yang strategis terbilang sulit. Sirkulasi di dalam pusat perbelanjaan sering kali bisa berubah karena terjadi perubahan perpindahan barang-barang tertentu yang diminati konsumen.

Contoh, ketika di sebuah lokasi dibangun sebuah trade center, keramaian akan mengikuti arah masuk trade center tersebut. Pada saat pintu masuk trade center tersebut berpindah, tentu saja crowd atau keramaian kawasan tersebut akan berpindah, mengikuti pintu masuk trade center tersebut.

Kedua, harga bisa jatuh bila salah memilih lokasi. Umumnya kios di bagian belakang tidak dapat dijadikan lahan bisnis yang baik, sehingga akhirnya hanya dijadikan sebagai tempat makan, yang harga sewanya lebih rendah.

Apalagi jika penyewanya adalah orang keturunan Tionghoa yang percaya perhitungan feng shui. Biasanya mereka mendatangkan ahli feng shui khusus untuk mencari lokasi toko atau kios yang tepat. Penyewa seperti ini tentu akan memilih lokasi toko yang sesuai dengan lebih teliti.

sumber : rumah.com

50.000 Inpirasi Desain Properti Berkwalitas Desain Properti
Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti

Minggu, 02 Juni 2013

Yuk Ketahui Kelebihan & Kekurangan Bisnis Kos-kosan

Bisnis rumah sering dianggap bisnis yang empuk untuk dicicipi. Pasalnya, hanya dengan modal rumah tempat kita tinggal, bisnis ini sudah bisa dijalankan. Hasilnya, sudah barang tentu menggiurkan.

Berikut ini kelebihan dan kekurangan binis rumah kos yang dikutip dari buku Menjadi Kaya Melalui Propertitulisan Panangian Simanungkalit:

Kelebihan
Pertama, tingkat permintaan (demand) terhadap rumah kos tergolong tinggi, apalagi di kawasan-kawasan yang berdekatan dengan kampus, pusat belanja, perkantoran, atau retail center.

Mahasiswa umumnya memilih tinggal di dekat kampus, dan rumah kos adalah pilihan utama, karena harga sewanya lebih murah. Di sisi lain, karyawan atau penjaga toko yang bekerja di pusat belanja tatau perkantoran juga merupakan pangsa utama rumah kos.

Kedua, capital gain rumah kos dapat diperoleh dalam jangka panjang (lebih dari lima tahun). Dibanding investasi tanah kosong dan rumah sewa, capital gain rumah kos rata-rata lebih tinggi.

Ketiga, rumah kos memiliki capital rate (Cap-rate) 5% - 7%. Dibandingkan dengan rumah sewa, Cap Rate rumah kos memang lebih tinggi. Pasalnya, rumah kos mesti memberikan servis bagi penghuninya, seperti jasa tukang cuci dan setrika, atau manajemen yang membatasi waktu kunjungan (biasanya terjadi di rumah kos khusus wanita).

Kekurangan
Pertama, pemilik rumah harus menyiapkan manajemen yang membuat peraturan dan melayani kebutuhan para penyewa, mulai dari mencuci pakaian, menyetrika, memasak, sampai mengatur jam kunjungan. Semua itu memerlukan perhatian lebih dari pemilik. Terkadang pemilik rumah kos juga harus menyewa orang yang secara khusus bertugas melayani dan mengawasi para penyewa.

Kedua, pembayaran kadang tersendat. Hal ini kerap terjadi, karena umumnya penyewa rumah kos adalah mahasiswa yang belum memiliki penghasilan sendiri atau pegawai toko yang bergaji tidak terlalu besar.

Ketiga, rumah kos tidak lagi diminati jika kampus atau pusat belanja yang berada di dekat lokasi tersebut pindah atau tutup. Akan tetapi hal ini jarang sekali terjadi, sehingga berinvestasi rumah kos tetap menjadi pilihan yang cukup aman. 

sumber : rumah.com

50.000 Inpirasi Desain Properti Berkwalitas Desain Properti
Panduan Lengkap Bisnis Properti Bisnis Properti
Jasa Aristek Lengkap Jasa Arsitek
Sistem Informasi Properti Sistem Informasi Properti

Form Rumah Impian Anda




Silahkan masukkan data anda kesini kami siap membantu mewujudkan rumah impian idaman anda, kami punya beberapa lokasi dengan desain rumah yang indah bergaya minimalis dan masih banyak lagi, adapun contoh desain rumah bisa liat di web ini

SID-Properti.Com

SISTEM INFORMASI PEMASARAN DEVELOPER PROPERTI
Apa guna SID PRO V1 ini? Adalah Sistem informasi
pemasaran yang memudahkan Anda untuk membuat Laporan Pemasaran hanya dengan 1 klik saja berupa ?

1. Database Konsumen
2. Omzet Penjualan
3. Total Piutang
4. Piutang Per Konsumen
5. Monitoring Piutang Konsumen

Bonus Surat2 Berikut? :
Super Mega bonus : Ebook Dasar Bisnis Developer Properti
01 Puluhan Contoh desain Rumah tampak depan
02 Contoh Surat Perjanjian dgn Pemilik Tanah
03 Contoh Surat Perjanjian dgn Investor / pemodal
04 Contoh Surat Perjanjian Kerjasama
05 Contoh Proposal Investor / Pemodal
06 Contoh Kelengkapan Untuk KPR INDEN
07 Contoh Surat Angsuran BTN
08 Contoh Surat Kontrak Kerja Staf Penjualan
09 Contoh Surat Perjanjian Pemborongan / kontraktor
10 Contoh Surat Kuasa Jual
11 Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang
12 Surat Perjanjian Kavling
13 Surat Perjanjian Perikatan Jual Beli (PPJB)
segera meluncur kesini : http://sid-properti.com